Hubungi Sentra Digital:

 

Pengaruh Difraksi Cahaya terhadap Ketajaman Foto

Kategori : Photography Articles

 

oleh Daniel Tjongari

difraksi lensa

Difraksi cahaya adalah peristiwa menyebar atau membeloknya suatu gelombang setelah melewati suatu penghalang. Penghalang yang digunakan berupa sebuah celah sempit atau kisi sejajar.


Karena difraksi berhubungan dengan bukaan yang sangat kecil, maka biasanya yang peduli adalah fotografer pemandangan, untuk fotografer portrait yang biasanya mengunakan bukaan besar biasanya tidak mempermasalahkan hal ini.


Difraksi lensa adalah difraksi cahaya yang terjadi di dalam lensa dimana cahaya akan melewati penghalang, yaitu besaran bukaan diafragma. Difraksi lensa menurunkan ketajaman dan kontras foto secara keseluruhan baik subjek, background, foreground, dll. Biasanya diakibatkan oleh mengunakan setelan bukaan yang sangat kecil, contohnya f/16 atau lebih kecil lagi. Selain bukaan, ukuran sensor dan banyaknya megapixel sebuah kamera juga akan menentukan difraksi.


Gejala difraksi tidak selalu mulai terasa pada bukaan lebih kecil (angka f/... lebih besar) dari f/11, namun berbeda tiap kamera. Tiap kamera memiliki angka DLA (Diffraction Limited Aperture), yaitu batas angka f/... terbesar di mana gejala difraksi mulai mempengaruhi ketajaman gambar. DLA ini dipengaruhi oleh luas area satuan pixel. Jadi semakin besar resolusi kamera namun ukuran sensor sama, berarti pixel semakin rapat otomatis luas area satuan pixel pun mengecil dan angka DLA akan makin kecil.


Berikut adalah contoh gambar untuk memudahkan membayangkan efek difraksi pada bukaan difragma.


defraksi cahaya

Tentunya dengan teknologi yang terus dikembangkan oleh produsen kamera maka efek difraksi ini bisa diminimalkan. Ini misalnya dicapai dengan penggunaan teknologi micro-gap di sensor Canon yang terbaru.


Jadi berapa apperture yang harus digunakan ? Tidak ada rumus pasti. Yang jelas anda perlu tahu efek penggunaan apperture yang sempit, baik dalam hal penambahan depth of field maupun ketajaman gambar. Dengan demikian kita bisa memilih apperture yang tepat dengan situasi.


Contoh batasan bukaan lensa sebelum difraksi menurunkan ketajaman foto:


Jika mengunakan kamera bersensor APS-C, batas aman bukaan di kamera 24 MP = f/8 dan kamera 16 MP = f/11 dan 12 MP = f/13


Untuk kamera bersensor full frame, batas optimal bukaan di kamera beresolusi 36 MP = f/8, 24 MP = f/11, 16 MP = f/13, dan 12 MP = f/16.


Dan kamera dengan sensor berukuran Four thirds (kamera Olympus, Panasonic) beresolusi 16 MP = f/7.1


Kamera dengan sensor kecil atau 1 inchi (seperti kamera poket) dengan resolusi 10 MP= f/5.6 dan 20 MP = f/5.


Penting bagi pengguna kamera beresolusi besar terutama di atas 36 MP, sepertiNikon D810, Sony A7R dan Canon 5DSr untuk membawa filter ND seperti filter Haida ND yang terkenal dengan kebeningannya, terutama saat memotret dengan slow speed. Coba hindari memakai bukaan f/16 atau lebih kecil lagi jika memungkinkan.


Tidak ada larangan untuk menggunakan bukaan difragma kecil karena sudah menjadi tradisi bagi dunia photography hobby. Karena perbedaan hasil foto yang tajam atau tidak bukan menjadi hal yang terpenting, pada akhirnya ketika memasuki dunia cetak / print baru akan terlihat lebih jelas kualitas hasil dari jepretan kita.

 


Lihat Informasi Lainnya...